TERMINAL ARTIKEL

Apa Yang Diperlukan Indonesia ? PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 23 October 2009 17:50

Sudah satu dasawarsa  negeri tercinta Indonesia ini terpuruk dalam kesedihan ekonomi, tampa ada suatu kemajuan yang berarti.

Di mulai pada akhir pemerintahan orde baru yang menggelindingkan era reformasi dengan secercah harapan perbaikan. Pada awal transisi pemerintahan dari orde baru menuju era reformasi dengan semangat pembaharuan bagai membawa harapan kebangkitan.

Siapa yang tidak menaruh harap pada saat itu dengan Presiden Abdul Rahman Wahid, Wakil Presiden Megawati Soekarno Putri, Ketua DPR Akbar Tanjung, Ketua MPR Amin Rais, dan Sederet tokoh – tokoh yang layak bagi  rakyat menggantungkan harpan di deretan puncak pemerintahan.

Setelah Pada awal pemerintahan Pemerintahan Presiden Abdul Rahman Wahid yang banyak meletakkan suatu perubahan yang cukup Fundamentalis pada tirani dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tanah air ini, masih kita rasakan adanya denyut semangat untuk berharap Negeri  ini untuk berharap.

 

Setelah adanya Sedikit Gesekan diantara para elit politik pada akhir pemerintahan Presiden Abdul Rahman Wadid, terjadi suatu perubahan kepemimpinan nasional yang menempatkan Wakil Presiden Megawati Soekarno Putri menjadi Presiden, yang didampingi oleh Hamzah Haz sebagai wakil presiden.

Pada Era Pemerintahan ini kita rasakan kebangkitan ekonomi mulai menggeliat untuk bangkit walaupun disertai riak – riak gelombang politik.

Namun bila kita amati secara mendalam kebangkitan yang kita rasakan tadi sepertinya ada sedikit salah arah apabila kita rasakan secara mendalam.

Dengan start awal yang cukup baik, dengan menggairahkan sector konsumsi dalam perekonomian, dapat mulai menggairahkan bangsa ini untuk kembali bekerja dan membangun.

Namun Seakan kita terlena dengan indicator ekonomi macro yang cukup cantik, seakan – akan kita dibuat terlena untuk melupakan pembangunan infrastruktur dan pembangunan sector – sector lain yang bersifat produktif tidak sekedar yang bersifat konsumtif.

 

Hal tersebut terimbas sampai pada pemerintahan sesudahnya yang kalang kabut untuk menggairahkan sector – sector produksi, yang kalau kita amati mereka benar – benar bekerja keras untuk kebangkitan bangsa ini, walau pun anyak diganggu oleh masalah disintregasi bangsa dan bencana alam yang seakan sambung menyambung, kita masih bisa melewati kehidupan berbangsa ini walau dengan langkah yang terseok – seok dengan setumpuk beban perekonomian bangsa.

 

Sampai pada masa akhir jabatan pertama presiden kita sekarang, apabila kita amati bangsa ini masih terseok – seok dalam pembangunan ekonomi yang mungkin juga terimbas perekonomian global.

Apabila kita telaah perjalanan bangsa ini setelah berakhirnya masa pemerintahan orde baru, seolah –olah bangsa ini mulai sedikit kehilangan arah kemudi bangsa.

 

Menyongsong pergantian tahun dengan akan  mulainya masa kampanye pemilihan umum, sepertinya kita mulai berpikir siapakah yang pantas untuk memimpin kita di masa yang akan datang ini ?

 

Menurut kaca mata saya sebagai orang awam, yang di butuhkan bangsa ini seperinya haruslah seorang pemimpin yang benar – benar harus “ kuat “, mungkin kalau meminjam istilah bahasa Jawa , tokoh ini haruslah benar – benar seorang “satria sejati “.

 

Seperti apa “satria sejati” itu ?

Dalam pandangan sebagai orang awam satria sejati itu haruslah seorang yang benar – benar mempunyai karisma, agar dapat menjaga keutuhan bangsa ini.

Seorang yang berani untuk tidak popular, Mengapa ?

Karena yang sangat diperlukan oleh bangsa ini adalah seorang pemimpin yang mampu untuk menghimpun segenap komponen dan kekuatan bangsa ini untuk duduk satu meja untuk dapat membuat suatu cetak biru kemana bangsa ini akan dibawa.

Tampa seorang “satria sejati” serasa sulit untuk menghimpun segenap komponen dan kekuatan bangsa ini untuk membuat cetak biru rancang bangun bangsa ini agar bangkit dari keterpurukan.

Satria sejati haruslah seorang yang mempunyai pemikiran maju untuk berani melakukan perubahan – perubahan yang elementer dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Seseorang yang berani untuk merubah dokma – dokma kehidupan berbangsa dan bernegara yang sudah tidak relevan lagi, meskipun hal tersebut sudah menjadi suatu budaya berbangsa dan bernegara.

Oleh karenanya yang kita perlukan adalah seorang satria yang rendah hati karena berani mengambil tindakan yang tidak popular namun dapat membawa bangsa ini kearah perubahan yang lebih baik.

 

Dengan adanya “satria sejati” maka bangsa ini dapat membuat cetak biru rancang bangun bangsa ini menuju kearah yang lebih baik.

Sehingga siapapun nanti nya yang akan melanjutkan kepemimpinan sang “ satria sejati “ tetap akan melanjutkan kepemerintahannya sesuai cetak biru rancang bangun bangsa ini.

 

Mengapa ?

Dalam pandangan kaca mata awam seolah - olah sangat berat untuk membangkitkan perekonomian bangsa ini dalam masa 2 kali masa kepemimpinan seorang presiden, apalagi hanya satu kali masa kepemimpinan.

 

Tampa cetak biru rancang bangun bangsa ini akan selalu terombang ambing tampa arah dan tujuan yang pasti.

 

Semua serba tidak menentu.

 

Ingin meningkatkan investasi namun memproduksi undang – undang dan peraturan yang kontra produktif.

 

Ingin memajukan daerah dengan otonomi , namun acap kali otonomi sering dikeluhkan para pelaku usaha di daerah.

 

Ingin membentuk pemerintahan yang kokoh tetapi undang – undang dan peraturan yang ada memungkinkan kepala pemerintahan dibawahnya untuk dapat tidak mengikuti kebijakan pemerintahan di level atasnya.

 

Ingin meningkankan investasi asing namun banyak investor asing yang hengkang dari negeri ini.

 

  

 Siapakah “satria sejati” yang kita harapkan ? kita tunggu di 2009

 

 

By 3as,

Bagi yang akan mempublikasikan tulisan ini harap mencantumkan nama penulis dan website ini secara lengkap www.terminalartikel.com

( dengan syarat bukan untuk tujuan komersil )