TERMINAL ARTIKEL

Apa yang membuat negeri ini terpuruk ? PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 23 October 2009 17:53

Ada kalanya kita harus merenung dengan mata hati yang terbuka, untuk dapat mentelaah kesalahan yang pernah kita buat.

Begitu pula dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ada kalanya kita harus berani untuk mengakui kesalahan yang telah kita perbuat.

Dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara selama ini seharusnya kita dapat menyadari kesalahan yang telah kita perbuat dan berani untuk merubah kembali kerah yang lebih dapat memberikan pengharapan yang lebih baik.

Dan yang sangat kita rasakan secara langsung diantaranya,

Otonomi Daerah Dan  Pemilihan Kepala Daerah secara langsung, hal ini kadang menjadi suatu pemborosan secara ekonomi, dan dapat menjadi ke disharmonisan antara pimpinan pusat dan daerah sehingga menjadi kontra produktif dalam pembangunan.

Sebagai orang awam terlihat secara nyata bagaiman seorang kepala pemerintahan tingkat II “berani” untuk tidak menemui kepala pemerintahan pusat dengan berbagai macam alasan yang kalau kita amati kedua pemimpin itu berasal dari partai politik yang berbeda.

Dan sesungguhnya saya sangat berharap agar pengamatan saya itu adalah suatu kesalahan pengamatan saya belaka.

 

Secara ekonomi pun sebagai “ orang tak punya “ anggaran kampanye para calon kepala daerah tidaklah berjumlah kecil, seandainya anggaran tersebut kita gunakan untuk menggerahkan perokonomian setidaknya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan jumlah yang cukup lumayan.

Dan kalau kita lihat dampak bagi calon kepala pemerintahan yang gagal dalam pemilihan pun tidaklah begitu baik.

Pernah saya melihat di salah satu stasiun televisi daerah yang memberitakan seorang calon kepala pemerintahan daerah yang gagal ( maaf  jika kurang sopan ) keluar rumah hanya memakai kolor dan mau gantung diri di pohon pisang.    

 

Begitu juga adanya otonomi daerah yang memungkinkan daerah untuk melakukan pungutan di luar pajak dengan undang – undang daerah, maupun peraturan daerah yang kadang kala sangat kontra produktif terhadap pembangunan daerah itu sendiri.

 

Pemekaran wilayah seharusnya benar – benar merupakan suatu tindakan yang benar – benar merupakn suatu kebutuhan yang mendesak.

Adanya kalanya suatu daerah yang memang belum waktunya untuk dimekarkan di mekarkan dengan tujuan tertentu hanya merupakan suatu pemborosan dalam Anggaran Negara.

Hal dapat kita amati setelah dan sebelum daerah itu dimekarkan tidaklah ada perbedaan yang berarto kecuali anggaran belanja yang semakin besar, dan kesulitan masyarakat untuk mengurus masalah kependudukan.

 

Akankah kita harus malu untuk mengakui kesalahan yang telah kita buat ?

 

 

 

 

By 3as – Apabila anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini harap untuk mencantimkan nama penulis dan website ini secara lengkap www.terminalartikel.com

( dengan syarat bukan untuk tujuan komersil )

 

Last Updated ( Friday, 23 October 2009 17:56 )